..Resolusi 2011..

Suatu pagi di awal tahun 2011..

Aku: “Apa resolusi mas Irfan di tahun 2011 ini?

Mas Irfan: “Nikah..” (sambil senyum senyum)

Aku: “Amiiiinnnn… semoga dimudahkan yah, Mas… semoga dilancarkan… Amin..” (dalam hati khusyuk  mengamini)

Kapan Nyusul??

“Kapan nyusul?”

Nggak tau, cuma aku aja ato semua orang juga merasa males banget ketika mendapat pertanyaan yang memojokkan seperti itu?

“Kapan nyusul?”

Tentunya semua orang juga udah tau tujuan, arah dan apa maksud pertanyaan itu. Udah pasti maksudnya, kalo kalimat pertanyaannya dipanjangin menjadi “kapan nyusul merit?”…. hhhffft..

Halooow, sodara sodari, tak tahukah anda bahwa aku begitu sangat tersiksa dengan pertanyaan itu?? Bukannya aku nggak mau buru buru “nyusul” juga… oooh, aku pengeeen banget “nyusul”… I’m dying buat “nyusul”, tapi kan bukan aku yang bisa mutlak memutuskan kapan aku bisa “nyusul”. Ya to??

Jadi, saat saat paling menyiksa buatku adalah saat  ketika aku menghadiri sebuah resepsi pernikahan. Saat itu adalah saat aku panen berbagai pertanyaan semacam itu. Entah dari sodara, teman, temannya teman. Apalagi kalo aku terlihat menghadiri resepsi itu sendirian. Berbagai pertanyaan dan komentar seperti “Dateng sama siapa?“, “Lho? koq sendirian? Pacarnya mana??” menghujaniku. Bahkan ada yang memandangku dengan iba… “kasian ya, koq dateng ke resepsi sendirian..“. Heh.. separah itukah?!!!!

Ya Allah, segerakanlah aku untuk “Nyusul”… Amin…

Jogja Putih Abu-Abu..

Bukan berarti Jogja lagi penuh ma anak SMA yang berseragam putih abu abu ya.. NOPE!! Ini sama sekali tak ada hubungannya dengan pendidikan ato semacamnya. Ini tentang bencana, bung!!

Yup, Merapi, gunung berapi paling aktif, yang kebetulan berada di perbatasan Jogja-Jawa Tengah, sedang batuk parah. Suara batuknya menggelegar, Dahaknya mengerikan, Ingusnya berleleran meminta korban.. :(

Baiklah, kronologis tentang meletusnya merapi bisa di apdet di berbagai media cetak dan televisi. Aku tak perlu lagi menceritakannya. Toh pengalaman yang ku alami tak lebih spketakuler daripada yang di alami para pengungsi merapi itu.. (semoga Allah selalu melindungi mereka).

Selama 21 tahun aku hidup di jogja, belum pernah aku mengalami kejadian merapi yang se-heboh ini. Sebelumnya, merapi yang ku kenal adalah merapi yang menggemaskan, karena letusannya yang ‘hanya’ bersifal leleran nampak indah waktu malan hari. Tapi entah, kenapa kali ini, merapi nampak murka sekali… :(

Sabtu, 30 Oktober lalu, merapi meletus dan abu vulkaniknya terasa hingga rumahku yang jaraknya sekitar 30 km dari merapi. Ok, waktu itu aku masih bisa bersikap santai. Tapi hari ini, Jumat, 5 November 2010, ternyata letusannya lebih besar, dan hujan abunya lebih deras!! Langit kotaku mendung. Tapi bukan mendung layaknya akan hujan.. itu mendung akibat langit tertutup abu vulkanik!! :-s

Seantero jogja panik!! Banyak orang jadi sesak napas. Banyak acara yang batal..

Yang juga menyedihkan aku, hari ini dia ultah.. dan aku tak bisa bertemu dengannya karena hujan abu ini… buhuhuhuhuhu..

Semoga bencana ini segera berakhir.. Amin…

Status: Love Search.. *part deux

You can’t find love. It will find you. It’s not about who, it’s about when

Kalimat itu ternyata benar – benar bertuah. Cinta memang akan datang di waktu yang tepat. It’s not about who. It’s about when. Cinta bukan tentang ‘siapa’, cinta hanya tentang soal waktu.

10 Agustus 2010. Dia seperti dijatuhkan dikenalkan Tuhan kepadaku. Perkenalan yang begitu cepat. Malah hanya cukup sekedar berjabat tangan saja. Nggak bisa ngobrol banyak. Bagaimana bisa ngobrol banyak, kalo kami berada di tengah – tengah ‘massa‘ yang ramai  mengomentari kami.. :D . Intinya, perkenalan itu tak jauh beda dengan perkenalanku dengan orang lain. Berjabat tangan – basa basi secukupnya – berpisah – lalu lupakan…

Tapi ternyata perkenalan itu masih ada lanjutannya. Karena pada pertemuan sebelumnya kami sempat bertukar nomor telepon, maka proses kenalan yang sempat terganggu ‘keramaian massa‘ pada saat hari H perkenalan itu, dilanjutkan via sms dan telpon. Dan siapa yang menyangka, ternyata dia adalah pribadi yang menyenangkan…. :)

15 Agustus 2010. Perkenalan itu mengalami lompatan yang luar biasa. Tanpa disangka, tanpa diduga… Tak ada angin, tak ada hujan.. Dia ingin membuat komitmen denganku. Nope.. He didn’t say he loves me. Dia hanya bilang merasa nyaman bersamaku, dan mempertimbangkan aku untuk menjadi istrinya.. WHAAAT…. ?!!!

Surprise?!! Udah pasti lah..!!

Apalagi, tema yang dia bicarakan adalah tema ‘dewasa’ yang (saat itu) belum terjangkau pikiranku. Semua pembicaraanny sudah menjurus tentang pernikahan, tujuan hidup, visi misi dalam berumah tangga… oh my….^$&#(#$*%#^ *pusing* :-s… Apa maksudnyaaaaaa?!!!

Untunglah, rupanya aku punya juga sedikit kedewasaan, dengan tetap bersikap kalem, cool, tenang (padahal dalam hati jumpalitan gak karuan). Aku berusaha mengikuti arah pembicaraannya. Aku jawab semua pertanyaannya yang udah kayak dosen penguji pendadaran. Well, sebenernya itu tak bisa disamakan dengan ujian pendadaran. Karena kalo ujian pendadaran, aku masih sempat memiliki kesempatan untuk belajar dan mempersiapkan jawaban untuk setiap pertanyaan yang diajukan. Nah ini…????

Apa tujuan hidupmu?” Itu pertanyaan pertamanya.

Mencari ridho Allah” Jawabku setelah mikir beberapa saat. Dan kayaknya jawabanku benar, karena ‘penguji pendadaran‘ dadakan itu lalu melanjutkan ke pertanyaan berikutnya.

Kalo tujuan menikah, apa?”

HEEE???? Aku tak tahu bagaimana tampangku waktu itu ketika mendengar pertanyaan itu meluncur dari bibirnya. Tapi.. teteup.. dengan ketenangan yang sudah ku setel di level maksimum, aku menjawab “Mencari ridho Allah juga lah“. Dan kurasa, jawabanku bener lagi. Alhamdulillah… hehehehe.. :D

Intinya, hari itu, 15 Agustus 2010, adalah hari bersejarah buatku. Hari itu, aku melakukan obrolan dewasaku untuk yang pertama kalinya.. :D . Dan dengan orang yang saat itu  masing sangat asing pula bagiku. Kami membicarakan tentang inti pernikahan, esensi hidup.. woow.. Obrolan yang tadinya kupikir masih sangat tidak terjangkau olehku..

Dan tau tau, by the end of that day… Aku sudah memberikan janjiku pada seseorang. Bukan janji sembarangan. Janji untuk berkomitmen, untuk saling percaya, saling mengenal pribadi yang sama sekali baru, untuk saling jujur. Sungguh janji yang paling serius yang pernah kuberikan pada seseorang.

Dan pada hari itu, aku punya pacar… untuk pertama kalinya…. :D

Note: demi asas efisiensi dan efektifitas, cerita diatas telah diedit secara sepihak dari penulis. <Buat mas Irfan, semoga aku gak salah kutip obrolan kita waktu itu.. hehehhe..> :D

Status: Love Search…

You can’t find love. It will find you. It’s not about who, it’s about when

Itu adalah kalimat yang diucapkan oleh tokoh April kepada Will Hayes, sahabat yang diam – diam dicintainya dalam film Definitely Maybe. Kalimat itu dikatakan April kepada Will ketika Will sedang putus asa dalam menghadapi permasalahan cintanya.

Kalimat itu pula yang kemudian kujadikan pegangan dan kupercayai setelah aku sempat kecewa dan patah hati kepada seseorang.

Dan, percaya atau tidak, kalimat itu memang benar – benar bertuah. Dengan meyakini kalimat itu, aku pelan – pelan menjadi lebih santai, lebih tenang dalam proses pencarian cintai itu… *halaaaah.. lebay* :-D

Semua kubiarkan mengalir apa adanya. Karena aku percaya, cinta akan hadir pada saat  yang tepat. Aku percaya sudah ada yang lebih ber-hak yang mengatur tentang masalah cinta dan jodoh ini. Jodoh adalah hak prerogatif Allah, begitu menurutku. Jadi, pasrah saja… There’s nothing I can do sampai Allah menggunakan hak prerogatifnnya itu padaku… ;)

…..to be continued….

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.