Kapan Nyusul??

“Kapan nyusul?”

Nggak tau, cuma aku aja ato semua orang juga merasa males banget ketika mendapat pertanyaan yang memojokkan seperti itu?

“Kapan nyusul?”

Tentunya semua orang juga udah tau tujuan, arah dan apa maksud pertanyaan itu. Udah pasti maksudnya, kalo kalimat pertanyaannya dipanjangin menjadi “kapan nyusul merit?”…. hhhffft..

Halooow, sodara sodari, tak tahukah anda bahwa aku begitu sangat tersiksa dengan pertanyaan itu?? Bukannya aku nggak mau buru buru “nyusul” juga… oooh, aku pengeeen banget “nyusul”… I’m dying buat “nyusul”, tapi kan bukan aku yang bisa mutlak memutuskan kapan aku bisa “nyusul”. Ya to??

Jadi, saat saat paling menyiksa buatku adalah saat  ketika aku menghadiri sebuah resepsi pernikahan. Saat itu adalah saat aku panen berbagai pertanyaan semacam itu. Entah dari sodara, teman, temannya teman. Apalagi kalo aku terlihat menghadiri resepsi itu sendirian. Berbagai pertanyaan dan komentar seperti “Dateng sama siapa?“, “Lho? koq sendirian? Pacarnya mana??” menghujaniku. Bahkan ada yang memandangku dengan iba… “kasian ya, koq dateng ke resepsi sendirian..“. Heh.. separah itukah?!!!!

Ya Allah, segerakanlah aku untuk “Nyusul”… Amin…

Jogja Putih Abu-Abu..

Bukan berarti Jogja lagi penuh ma anak SMA yang berseragam putih abu abu ya.. NOPE!! Ini sama sekali tak ada hubungannya dengan pendidikan ato semacamnya. Ini tentang bencana, bung!!

Yup, Merapi, gunung berapi paling aktif, yang kebetulan berada di perbatasan Jogja-Jawa Tengah, sedang batuk parah. Suara batuknya menggelegar, Dahaknya mengerikan, Ingusnya berleleran meminta korban.. :(

Baiklah, kronologis tentang meletusnya merapi bisa di apdet di berbagai media cetak dan televisi. Aku tak perlu lagi menceritakannya. Toh pengalaman yang ku alami tak lebih spketakuler daripada yang di alami para pengungsi merapi itu.. (semoga Allah selalu melindungi mereka).

Selama 21 tahun aku hidup di jogja, belum pernah aku mengalami kejadian merapi yang se-heboh ini. Sebelumnya, merapi yang ku kenal adalah merapi yang menggemaskan, karena letusannya yang ‘hanya’ bersifal leleran nampak indah waktu malan hari. Tapi entah, kenapa kali ini, merapi nampak murka sekali… :(

Sabtu, 30 Oktober lalu, merapi meletus dan abu vulkaniknya terasa hingga rumahku yang jaraknya sekitar 30 km dari merapi. Ok, waktu itu aku masih bisa bersikap santai. Tapi hari ini, Jumat, 5 November 2010, ternyata letusannya lebih besar, dan hujan abunya lebih deras!! Langit kotaku mendung. Tapi bukan mendung layaknya akan hujan.. itu mendung akibat langit tertutup abu vulkanik!! :-s

Seantero jogja panik!! Banyak orang jadi sesak napas. Banyak acara yang batal..

Yang juga menyedihkan aku, hari ini dia ultah.. dan aku tak bisa bertemu dengannya karena hujan abu ini… buhuhuhuhuhu..

Semoga bencana ini segera berakhir.. Amin…

Kado vs Sebeeeelll!!!!!

Lusa, tanggal 5 November, dia berulang tahun. Dan sampai saat ini, aku belum menemukan kado ultah apa yang pantas untuknya.. :(

Beberapa opsi barang terlintas dalam pikiranku untuk kado ulang tahunnya, mulai dari jam tangan, baju, sampai sandal gunung. Tapi.. kekhawatiranku adalah.. apakah ia akan menyukainya??

Oooohhh… kenapa bisa rumit banget mikirin kado kalo untuk orang yang disayangi.. :(

Dan semakin rumit, karena saat ini aku sedang sebal dengannya.

Kenapa? Karena hari ini seharusnya (ato setidaknya menurut harapanku) kami ada kencan. Tapi tiba tiba, dia tak bisa datang dalam kencan itu. Nah.. kencan macam apa itu kalo yang datang hanya 1 orang????

Aaaah… kenapa aku mesti merasa sekecewa ini ya?? sudah posesifkah aku?? *sigh* :(

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.